Buka Mata, Ini Nyata, Ada di Kehidupan Kita
- Filed under: kisah pribadi
- Date: Nov 30,2008
Sudah lama saya tidak membuka dashboard blog ini, lihat saja hampir 1 bulan tidak ada artikel. Dan saya memulainya lagi dengan artikel ini
Mungkin anda pernah sedikit mendengar judul artikel ini, “buka mata, ini nyata, hanya di Indonesia” yaitu adalah judul seperti liputan yang ada di salah satu tv swasta di Indonesia. Ya itu saya pakai karena mungkin pas dengan artikel ini.
Langsung saja yah saya langsung menjelaskan artikel ini.
Hari ini ketika saya nonton CTV BANTEN saya melihat ada pertandingan NBA Houston Rockets VS San Antonio, anda pasti pernah mendengar pemain dari houston rockets Yao Ming. Ketika saya memperhatikan permainannya atau anda pasti pernah melihat dia main. Yao Ming ketika lari pasti joging, karena dia mempunyai kaki yang panjang dan ketika dia melompat pasti paling tinggi lompatannya 30 cm. Karena dia mempunyai tinggi kalau tidak salah lebih dari 2 meter.
Atau Mr. Bean a.k.a Rowan Atkinson di episode ke dokter gigi, karena dia kesiangan dia rela memakai baju di mobil hingga menyetir dengan kaki hanya untuk ke dokter gigi.
Mungkin anda bertanya-tanya mengapa saya membahas Yao MIng dan Mr. Bean di artikel ini?
Jawabannya adalah :
Pertama, saya bahas tentang Yao Ming
Yao Ming karena dia tinggi dia mudah lari dengan joging untuk irit nafas dan ketika dia lay up atau shoot dia hanya lompat sedikit atau mungkin hanya jinjit. Maksud saya adalah ketika kita mempunyai satu keahlian yang mungkin menurut orang itu keahlian yang tinggi, orang memuji kita. Tetapi kita merasa sombong dan mungkin menjelek-jelakannya. Padahal kita pernah merasakan seperti orang yang memuji kita tetapi malah kita mengejeknya.
Sama seperti di kehidupan saya sendiri, waktu saya SD saya pernah mempunyai teman. Teman saya itu anak orang kaya. Ketika amal Jum’at, yang biasanya anak-anak sekelas hanya memberi 1000-2000. Dia amal dengan fantastis Rp. 50.000, jadi kelas saya selalu memimpin dalam amal Jum’at karena kelas saya yang terbanyak amal pada waktu. Bagi saya itu mungkin ibadah, tapi mungkin bagi anda itu Ria, sama seperti saya juga. Dia amal hanya untuk terekspos, atau memang beramal tetapi lebih baik kalau menurut saya ketika dia amal sebesar itu di tutup-tutupi atau di lipat kecil. Jadi dia menurut saya yang paling di andalkan (tapi mudah-mudahan amalnya di terima). Sampai-sampai pulsa di handphonenya mencapai Rp. 500.000 per bulan, saya bilang itu fantastis.
Dan saya juga baru mengalami kejadian seperti itu beberapa minggu lalu, saya memang baru belajar main gitar. Sampai sekarang saya aja kunci balok kadang-kadang bunyi kadang ngga. Ketika saya meminjam gitar milik teman saya, saya masih bermain lagu-lagu yang mempunyai chord major dan minor. Teman saya (yang bisa main gitar) langsung merebut gitar teman saya, dan kira-kira 30 menit sampai 1 jam dia terus yang memegang gitar teman saya itu, teman-teman saya yang lain beserta saya hanya bisa menonton dia bermain gitar. Dia pun bilang kepada saya beserta teman-teman, “ga bisa main aja”. Saya hanya diam, saya sadar dia memang lebih jago dari saya. Tetapi, ketika saya bawa gitar ke sekolah dia terus yang meminjam gitar saya itu. Dia juga yang ibaratnya menguasai gitar saya itu. Ketika hari Jum’at lalu 28-11-2008 ketika saya menstem gitar teman saya, dia (yang mengejek saya) hanya bisa diam. Dan dia meminta saya ajarkan padanya. (saya bukan sombong ini sebagai contoh saja). Jujur saja, saya malas mengajarkan dia karena dia pernah mengejek saya. Dan saya pun tidak jadi mengajarkannya stem gitar karena bel pulang berbunyi.
Contoh tadi itu yang mempunyai kemampuan, sekarang yang tidak mempunyai kemampuan tapi sama konsepnya seperti tadi.
Saya punya teman, dia punya friendster dll. Dia tidak punya blog, tetapi dia pernah sekali mengirim comment fs kepada saya yang berbunyi.
“blog lo jelek banget, ga menarik”
Saya hanya berpikir sebentar, dia tidak punya blog tapi berani mengejek saya seperti itu. Saya balas seperti ini.
“lo punya blog ga? ngerti caranya bikin blog ga?” (dll saya lupa saya mengirim comment apa saja waktu itu)
Eh dia malah membalas, seperti ini.
“emang gua ga punya, tapi gua ga berminat tuh”
Nah kalau yang seperti itu anda boleh membalasnya, karena dia yang mulai dan dia tidak mempunyai kemampuan seperti kita.
Kedua, saya bahas tentang Mr.Bean
Anda lihat Mr. Bean di episode dokter gigi yang dia telat kesana sehingga dia membawa peralatan berdandan sambil dia menyetir, dia rela menyetir dengan kaki dan sikat gigi dengan air wiper.
Jadi maksud saya, ketika kita inginkan sesuatu itu harus tercapai. Jadi seperti anak kecil yang merengek minta balon, es krim, permen dll. Padahal orang itu telah menyentuh 12 tahun keatas.
Banyak sekarang cerita tentang sogok menyogok, di sekolah, pengadilan dll. Sebenarnya apa yang diinginkan sampai-sampai harus menyogok atau menjilat? Ketenaran? Di pandang orang? Ketenaran itu hanya sebentar seperti beberapa teman saya.
Ada waktu itu dia menyogok masuk sekolah bagus terkemuka, dan dia sempat di pandang orang karena masuk sekolah terkemuka. Tetapi, di sekolah itu apa yang terjadi? dia tidak bisa mengikuti kelas itu dan tidak naik kelas. Akhirnya dia tidak di pandang orang lagi. Dan pindah sekolah.
Saya juga pernah punya teman SD yang waktu itu mungkin kebetulan waktu SD saya mendapat nilai yang lumayan tapi dia tidak. Tapi ketika UN dia nilai dia sempurna dan masuk SMP terkemuka di jakarta. Saya hanya bisa bangga kepadanya dan berfikir, “semuanya hanya ada di akhir” bagi saya itu benar. Pertama memang mungkin saya lebih unggul satu level dari dia. Tapi kenyataan akhirnya? Dia yang lebih pintar dari saya dan berjaya di SMP tersebut.
Di SMP saya juga merasakan fakta ini. Saya di sekolah kelas IX-4 saya duduk paling belakang. Ketika ada peluang duduk di tempat yang lebih depan pasti saya ambil, karena saya tidak suka duduk di belakang tidak kedengaran dan ga enak aja. Tetapi teman sebangku saya malah ngomel kalau saya pisah duduk dengannya, kurang tau juga saya dia mengandalkan saya untuk bisa nyontek dengan saya atau karena saya pernah duduk di kelas unggulan waktu kelas 8 (padahal saya ga pinter-pinter banget). Ketika saya sama teman saya yang sama-sama duduk di belakang, kami meminta kepada wali kelas untuk duduk di depan. Wali kelas saya bilang, duduk akan di putar ketika semester II, ya sudah saya hanya bisa menerima itu.
Satu lagi, dulu saya punya teman. Bagi saya dia lumayan kemampuannya, tetapi ketika mau UN kan ada 3 pilihan smp tuh. Ternyata pilihan 3 smp itu di pilihkan gurunya, bagi gurunya mungkin anak itu tidak mampu. Pilihan gurunya yaitu SMP menengah ke bawah (saya sudah survei ke teman-teman saya, untuk menanyakan 3 SMP tersebut), ketika UN dia mendapat nilai yang memuaskan 6,1 dan dia bisa masuk SMPN 109, tetapi dia hanya masuk SMP biasa-biasa saja. Tapi banyak orang yang tidak terlalu suka dengan SMP tersebut.
Segini dulu cerita saya, silahkan anda menarik kesimpulan seindiri.

4 Responses for "Buka Mata, Ini Nyata, Ada di Kehidupan Kita"
500ribu? sapa? ko gua ga tau yak.
btw, paragraf terakhir yang nilai 6,1 tuh sekarang di limas ya? bener ga? (gw ga mau sebut namanya)
terimakasih telah menyuarakan kenyataan! untuk poin si sombong dan si jago gitar, kebetulan! saya punya satu orang teman yang memiliki dua sifat itu dalam satu paket. sungguh ajaib, bukan? sayangnya dia tidak berhasil dalam pergaulan. saat ini, satu kelas saya membenci dia. saya kasihan sekali. tapi itulah, dia tidak mau membuka mata dan melihat kehidupan di sekitar kita.
iyoos last blog post..membunuh mimpi, membunuh nyawa.
@ modi
Hooh bener mod masuk 51 die yang 500 rebu? ada dah..
@ iyoo
Ya itulah manusia dia yang buat dia yang nyesel juga kan.
gogos last blog post..Akankah Kiamat Datang Lebih Dulu dari Semestinya?
Seru2
Leave a comment